Rumahnya Mau Eksekusi Pengadilan, Pemilik Rumah Di Libureng Malah Membuat Ricuh

oleh -104 x dibaca
Foto: Pihak PN Watampone usai melakukan pemasangan spanduk eksekusi

LIBURENG, TRIBUNBONEONLINE.COM–Eksekusi tanah bangunan dan rumah yang terletak di lingkungan Belawae Kelurahan Ceppaga Kecamatan Libureng Kabupaten Bone, Sulsel nyaris berbuah ricuh saat dilakukan eksekusi, Rabu, 2 Juli 2023.

Awalnya proses pelaksanaan eksekusi berlangsung aman-aman, saat panitera dari pegawai Pengadilan Negeri (PN) Watampone Kabupaten Bone membacakan putusan pengadilan. Namun tiba-tiba saja pemilik rumah seorang perempuan keluar dari rumah bagian belakang membawa parang dan mengacung-acungkan parang sambil berteriak dan memburu warga yang ada di sekitar eksekusi.

Foto: Excavator Saat Melakukan Eksekusi Rumah Warga Libureng

Tak berlangsung lama perempuan itu langsung diamankan dipihak kepolisian. Selang beberapa saat perempuan pemilik rumah itu mengamuk, diduga anak pemilik rumah juga turut mengamuk dan membuat ricuh proses eksekusi, Lagi-lagi perbuatannya tak berlangsung lama dan langsung diamankan pihak kepolisian.

BACA JUGA:  Masa Perbaikan Ditutup, Hanya Partai PSI Yang Tidak Lakukan Perbaikan Data Bacaleg

Usai semuanya dinyatakan aman oleh pihak kepolisian proses eksekusi kembali dilakukan dengan menyiapkan alat berat ekskavator. Sebelum dilakukan eksekusi rumah oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Watampone membacakan putusan pengadilan yang dibacakan panitera juru sita PN Watampone, Temaziduhu Arefa, SH, dihadapan pihak kepolisian, Pemerintah Kecamatan, Kelurahan serta penggugat.

Seteleh pihak PN Watampone membacakan putusan pengadilan, alat berat pun melakukan proses eksekusi rumah dengan melakukan pembongkaran, ratusan warga menyaksikan proses eksekusi rumah warga kelurahan Ceppaga, dengan dikawal puluhan anggota kepolisian dari Polres Bone.

BACA JUGA:  Pelaku Cabul Anak Kandung Agar Dihukum Maksimal

Sebelumnya bertempat di Kelurahan Ceppaga Kecamatan Libureng Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dalam perkara perdata nomor: 34/pdt.G/2016/PN.WTP, antara Ahmadi Bin Tahang (Kuasanya Ali Imran, SH) sebagai pemohom eksekusi/penggugat, lawan Ansar Bin Baco dkk sebagai tergolong eksekusi/para tergugat.

Akhirnya rumah yang didiami Ansar bin Baco sekeluarga selama puluhan sudah rata dengan tanah, dan pihak PN Watampone memasang spanduk eksekusi yang dimenangkan Ahmadi bin Tahang.

Penulis : Amry Amas

Editor : Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.