Nur Atika Sukma Desainer Logo Wisata Hutan Pinus Bulu Tanah

oleh -193 x dibaca

LAPPARIAJA, TRIBUNBONEONLINE.COM — Objek wisata Hutan Pinus Bulu Tanah Desa Mattampawalie Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone genap berusia dua tahun. Pada ulang tahun kedua ini dirangkaikan dengan launching logo Obyek Wisata Bulu Tanah, Rabu (30/11/2022).

Logo Wisata Bulu Tanah ini didesain oleh Nur Atika Sukma mahasiswa semester VIII Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Makassar.

Dalam logo tersebut terdapat sejumlah unsur penting yang menyatu dalam satu kesatuan seperti pohon pinus, matahari dan gunung.

Nur Atika Sukma menjelaskan filosofi dari logo tersebut, terdapat pohon pinus yang merupakan salah satu unsur paling penting dalam logo tersebut. Wisata tersebut ditumbuhi kurang lebih 90 persen pohon pinus yang menjulang tinggi, sehingga kawasan tersebut menjadi lebih nyaman, sejuk dan indah.

BACA JUGA:  Ikuti Ajang Lomba Balita, Rezki Maulana Raih Juara 2

Matahari, bentuk matahari yang menandakan bahwa di wisata hutan pinus Bulu Tanah ini kita dapat menikmati sunrise di pagi hari dan sunset di sore hari, dan biasanya juga pengunjung bermalam sambil camp dengan tujuan untuk menikmati suasana hutan pinus Bulu Tanah.

Dalam logo tersebut juga ada gambar gunung, yang menandakan hutan pinus tersebut terletak di pegunungan Dusun Bulu Tanah Desa Mattampa Walie. Maka dari itu salah satu yang menarik dari wisata tersebut adalah pegunungannya. Untuk tiba ke wisata tersebut kita harus melewati pegunungan yang tinggi dengan pemandangan yang indah.

BACA JUGA:  Wujudkan Gerakan Satu Juta Bendera, MTsN 3 Bone Serahkan Bendera Merah Putih ke Pemdes Mappesangka

Lanjut Nur Atika warna yang digunakan dalam logo Wisata Hutan Pinus Bulu Tanah ini merupakan representasi dari unsur pohon pinus, daun, kayu dan matahari.

Seperti warna hijau, warna yang ramah kepada alam, asri, sejuk dan nyaman. Warna coklat, warna yang identik dengan kayu yang memberikan kesan hangat, nyaman, sederhana dan klasik. Warna jingga, warna yang memberikan kesan inovasi, semangat pembaharuan dan kehangatan.

“Nantinya logo tersebut akan digunakan untuk media promosi dan media pendukung lainnya seperti, aksesoris, tiket/karcis pengunjung, banner, dan lain-lain,” ungkap Nur Atika Sukma yang juga pengurus inti Pemerhati Seni dan Budaya (PSB) Bone Sangdara.

BACA JUGA:  Ketua 99 Community Indonesia Sumbang Korban Kebakaran

Penulis Julfiadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.