Pertemuan Orientasi dan Indentifikasi Mekanisme Koordinasi pada Program Imunisasi PAUD

oleh -208 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM- Pertemuan Orientasi dan Indentifikasi Mekanisme Koordinasi pada Program Imunisasi Anak Usia Dini di Satuan PAUD dan Posyandu Tingkat Kabupaten Bone yang berlangsung tepatnya Selasa, 29 November 2022 di Grand Arta Hotel Jl.Ahmad Yani Watampone.

Pertemuan ini dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bone dr.Hj.Kasmawar Abbas, M.Kes, Kasi PAUD Dinas Pendidikan Bone Andi Rasna, S.Pd, MM, Program Manager YGC-Unicef Rahman Nur Syam, Kader Posyandu, para orang tua anak, dan guru dari pihak sekolah.

Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat esensial yang efektif untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Adanya Corona yang terjadi secara global sejak ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada 30 Januari 2020 dan ditetapkan sebagai pandemi pada 11 Maret 2020 oleh WHO, memberikan dampak pada pelaksanaan program kesehatan khususnya pelayanan imunisasi dan surveilans PD3I.

BACA JUGA:  Begini Cara SDI 12/79 Sumpang MinangaE Kembangkan Bakat Muridnya

Dalam upaya mencegah penularan Corona, pada anak sekolah maka pemerintah memberlakukan kebijakan kegiatan belajar mengajar melalui metode daring (online) yang menyebabkan kegiatan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) sebagai program rutin yang dilaksanakan setiap tahun harus ikut tertunda, termasuk Imunisasi lanjutan pada anak Usia PAUD (4-6 Tahun).

Hal ini disebabkan oleh terbatasnya akses anak-anak ke sekolah akibat pembatasan kegiatan serta ketakutan orang tua membawa anak mereka ke fasilitas pelayanan kesehatan selama pandemi, Misinformasi terkait Vaksinasi Corona sebagai suntikan ganda pada pemberian Imuniasi anak. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut maka cakupan imunisasi nasional akan turun sehingga kekebalan komunitas juga menurun yang dapat menyebabkan risiko terjadinya KLB PD3I. Apabila terjadi KLB PD3I di masa pandemi Corona seperti sekarang ini, maka akan menjadi beban ganda bagi pemerintah, petugas kesehatan dan masyarakat.

Dalam pertemuan ini, dr.Hj.Kasmawar Abbas.DK, M.Kes selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bone mengatakan, tujuan pertemuan ini adalah terbentuknya komunikasi yang efektif antara guru, orang tua dan Puskesmas dalam mendukung kegiatan imunisasi anak Usia PAUD, membangun mekanisme koordinasi antara sekolah, orang tua murid dan layanan kesehatan khususnya Puskesmas dalam pelaksanaan imunisasi anak Usia PAUD termasuk diantaranya pencatatan dan pelaporan yang baik dan up to date pada anak yang sudah ataupun belum diimunisasi berdasarkan Buku KIA Anak, maupun hasil Assesment antara sekolah dan orang tua siswa maupun antara orang tua siswa dan petugas kesehatan, dan terciptanya kesepahaman dan dukungan antara pihak sekolah, orang tua murid dan layanan kesehatan dalam pengisian status imunisasi anak pada Lembar MVMH (My Village My Home) yang akan menjadi Hasil Intervensi pada PAUD dan Posyandu Lokus.

BACA JUGA:  Mahasiswa UNIM Bone Gelar Sosialisasi Reduksi Buta Aksara

Rahman Nur Syam, selaku Program Manager YGC-Unicef saat ditemui Tribun Bone mengatakan, dengan melalui pertemuan ini, supaya tercipta mekanisme koordinasi yang bagus di masyarakat dalam hal implementasi, imunisasi di masyarakat khususnya untuk anak usia PAUD dan di Posyandu karena kan selama ini tugas-tugas itu hanya diambil oleh peran Dinas Kesehatan yang seharusnya seluruh elemen masyarakat termasuk orang tua, guru dan sekolah punya peran dengan ini.

“Jadi nanti dalam kegiatan ini kita pengen semua paham tugasnya masing-masing, bagaimana mekanisme koordinasinya sebenarnya yang harus terjadi supaya outputnya adalah anak-anak kita bisa mendapatkan haknya untuk imunisasi dan yang kedua anak-anak bisa tidak terjadi lagi penolakan dari orang tua, tidak terjadi penolakan di sekolah, sehingga dapat membangun dan menyatukan persepsi yang sama tentang imunisasi, konsep yang sama yang bersinergi antara seluruh elemen terkait sebagai daya ungkit dalam pelaksanaan peningkatan cakupan imunisasi anak usia PAUD,” pungkasnya.

BACA JUGA:  UNIM Bone Gelar Wisuda Angkatan I, Dirangkaikan Peletakan Batu Pertama Gedung Pascasarjana

Penulis : Ilyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.